Wedding Organizer, Perlu atau Tidak??
Saat ini pertanyaan yang sangat membayang-bayangi saya adalah perihal WO. Ketika kakak perempuan saya menikah, dia tidak menggunakan WO sama sekali. Acara pun berjalan dengan lancar. Pak Anjar dari Taruma bisa merangkap menjadi WO ketika resepsi, kami hanya cukup memberikan PIC dari keluarga 2 orang untuk pegang kunci (angpao dan ruang keluarga) dan untuk makanan. PS: saya sedikit merangkap menjadi seksi repot di pernikahan kakak saya dan kakak saya memang sehari-hari bekerja di bidang event. Sedangkan kakak laki-laki saya, memilih untuk menggunakan WO. Karena menurut dia, biar tidak pusing ketika hari H, ada yang bantu urus-urus perintilan kecil. Kakak saya dan istrinya memang bukan tipe orang yang terlalu detail untuk mengurus event seperti ini. Sekarang kembali kepada saya, apakah saya akan menggunakan WO atau tidak: Poin (+) menggunakan WO: bisa menjadi teman ngobrol dan konsultasi, dibantu untuk rundown acara, bisa diminta untuk contact dengan vendor, bisa jadi...